Pernahkah?


Pernahkah

kalian melihat
kabus membungkus pagi
dalam alunan takbir
dan salam bertemali
menyimpul Ramadan?



Pernahkah

kalian merasakan
pawana segar berpuput
berlatarkan kicau burung
dan insan berpapasan
ceria berwarna-warni
dalam senyuman?

Pernahkah
kalian menikmati
lelah penat
mengacau dodol
menunggu lemang
menganyam ketupat?

Pernahkah
kalian mendalami
air mata gembira
yang menitis
di pipi tua?

Pernahkah
kalian berfikir
apakah khazanah ini
dapat diwarisi
oleh pewaris bangsa
yang semakin hilang
kedesaannya?

Amiza Khusyri, TTJ Seremban, 26 September 2009.

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

5 Responses to Pernahkah?

Resthour berkata...

Pernah...

Fiya RedApple berkata...

Saya juga :-)

amiza khusyri berkata...

Resthour dan Fiya,

Itulah hakikatnya remaja hari ini. :)

Tabir Khaizuran berkata...

salam kunjungan...asyik membaca puisi saudara..

amiza khusyri berkata...

Sdr Khaizuran,

Ahlan wasahlah dan terima kasih. :)

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.